oksigen

Bookmark and Share
terapi oksigen
1. Pengertian
Terapi oksigen adalah suatu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan cara
a. Meningkatkan kadar oksigen inspirasi (FiO2).
b. Meningkatkan tekanan oksigen (Hiperbarik)


2. Indikasi
Pemberian terapi oksigen digunakan untuk
a. Mencegah terjadinya hipoksia.
b. Merupakan terapi untuk hipoksia.


3. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipoksia.
a. Kadar oksigen rendah.
b. Gangguan jalan napas dan pernapasan.
c. Gangguan difusi.
d. Gangguan transport oksigen.
e. Gangguan penggunaan oksigen dan jaringan.


4. Tanda-tanda hipoksia.
a. Sesak napas, pernapasan > 16 / 20 x/mnt
b. Napas cuping hidung.
c. Adanya gerak napas tambahan, retraksi interkostal suprasternal.
d. Tachicardia, tekanan darah meningkat.
e. Berkeringat dingin.
f. Gelisah sampai bingung.
g. Kalau berat tampak sianosis.


5. Prinsip alat terapi oksigen.
a. FiO2 dapat diatur sesuai kebutuhan.
b. Tidak terjadi rebreathing yang menyebabkan penumpukan CO2
c. Resistensi minimal.
d. Efisien dan ekonomis.
e. Nyaman untuk pasien.


6. Macam-macam alat untuk terapi oksigen.
a. Nasal kanule / nasal prong 24-54% 1-2 lpm
b. Masker
1) Masker sederhana 35-60% 6-12 lpm
2) Masker reservoar rebreathing 40-80% 6-10 lpm.
3) Masker reservoar non rebreathing 40-50% 8-12 lpm.
c. Venturi 24-50% 4-12 lpm
d. Bag valve mask
1) Tanpa oksigen 21%
2) Dengan oksigen 50-100%
e. Respirator 21-100%
f. Head box 30-50%


7. Akibat samping terapi oksigen.
a. Langsung.
1) Keracunan oksigen.
2) CO2 naskosis.
3) Atelektasis (tindakan langsung diintubasi).
4) Retrolethal fibroplasia, kebutaan.
5) Gangguan neurologis.
6) Gangguan gerakan silia dan selaput lendir
b. Tidak langsung
1) Nasokomial infection.
2) Mucous plug
3) Kembung.
4) Barotrauma paru.
5) Meledak.


8. Contoh penyakit / gangguan yang memerlukan terapi oksigen.
a. Gagal napas (lihat blood gas).
b. Shock.
c. Infark myokard acute (IMA)
d. Payah jantung.
e. Keracunan karbon mono oksida (CaCO3).
f. Fraktur multiple berat.
g. Luka bakar > 25%.
h. Pasca bedah.
i. Sepsis, dll


9. Pemberian terapi oksigen harus memenuhi kriteria 4 tepat 1 waspada.
a. Tepat indikasi.
b. Tepat dosis.
c. Tepat cara pemberian.
d. Tepat waktu pemberian.
e. Waspada terhadap efek samping.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar